CWarta Curup
Kuliner Khas Rejang dan Oleh-Oleh Curup

Mencari Cita Rasa Rejang dan Oleh-Oleh dari Pasar Curup

Pasar Curup menyimpan jejak rasa Rejang lewat lemea, tempoyak, kopi, dan jajanan pasar yang cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Mencari Cita Rasa Rejang dan Oleh-Oleh dari Pasar Curup

Poin Penting

  • Curup adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
  • Pasar Atas Curup menjadi salah satu tempat warga berbelanja kebutuhan harian dan pangan lokal.
  • Lemea dikenal sebagai olahan rebung yang melalui proses fermentasi dalam kuliner Rejang.
  • Tempoyak berbahan durian fermentasi dan lazim dipakai sebagai bahan masakan di Bengkulu.
  • Kopi, bahan pangan kering, dan jajanan pasar dapat dipilih sebagai oleh-oleh yang lebih praktis.

Pagi di Pasar Atas Curup, Saat Bahan Masakan Menjadi Cerita

Pagi di Pasar Atas Curup tidak dimulai dari daftar oleh-oleh yang sudah tersusun. Pengunjung biasanya datang untuk mencari sayur, bumbu, ikan, atau kebutuhan dapur, lalu menemukan bahan yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Rejang Lebong. Di antara lapak pangan segar dan jajanan, percakapan tentang cara memasak sering menjadi petunjuk pertama untuk memahami rasa setempat.

Curup, atau Curup Kota, adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kota ini berada di wilayah dataran tinggi dengan udara yang cenderung sejuk dibandingkan kawasan pesisir Bengkulu. Kondisi itu ikut membentuk kebiasaan belanja dan pola pangan masyarakat. Produk segar, bahan masakan rumahan, serta hasil kebun mudah menjadi bagian dari aktivitas pasar.

Pasar bukan sekadar tempat mengambil barang lalu pulang. Bagi pelancong, pasar memberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada penjual. Tanyakan nama bahan, cara menyimpan, dan cara memasaknya. Jawaban sederhana sering lebih berguna daripada membawa pulang produk yang tidak diketahui cara pengolahannya.

Lemea, Tempoyak, dan Rasa yang Tidak Perlu Dipaksakan

Salah satu nama yang patut dicari ketika membicarakan kuliner Rejang ialah lemea. Lemea dibuat dari rebung yang difermentasi. Rasanya memiliki karakter asam dan aroma khas, sehingga tidak semua orang langsung terbiasa. Justru di situlah daya tariknya. Lemea tidak dirancang untuk menjadi rasa yang datar; ia hadir sebagai bahan masakan dengan identitas kuat.

Di pasar, lemea dapat dijumpai dalam bentuk yang perlu diolah kembali. Pembeli sebaiknya meminta penjelasan tentang penyimpanan dan cara memasak dari penjual. Bahan hasil fermentasi membutuhkan penanganan yang baik, terutama bila perjalanan pulang cukup jauh. Pilih kemasan yang tertutup rapat dan jangan mencampurnya dengan barang yang mudah menyerap aroma.

Tempoyak juga layak masuk daftar pencarian. Bahan ini dibuat dari durian yang difermentasi dan dapat dipakai dalam masakan. Rasa asam, gurih, dan aroma durian memberi karakter berbeda pada hidangan. Tempoyak tidak hanya cocok untuk orang yang menyukai durian. Ia lebih tepat dipandang sebagai bahan dapur yang perlu dicoba dalam porsi kecil terlebih dahulu.

Keduanya memperlihatkan cara masyarakat mengolah bahan pangan agar memiliki masa simpan dan fungsi baru. Lemea mengolah rebung, sedangkan tempoyak memanfaatkan durian. Dalam konteks oleh-oleh, pilihan seperti ini lebih personal karena membawa cerita tentang kebiasaan memasak, bukan hanya kemasan yang mudah dikenali.

Memilih Oleh-Oleh yang Aman Dibawa Pulang

Tidak semua produk pasar cocok untuk perjalanan panjang. Bahan segar dan makanan berkuah lebih baik dibeli mendekati waktu pulang. Untuk perjalanan beberapa jam, pilih produk yang relatif tahan, seperti lemea dalam kemasan rapat, tempoyak yang dikemas baik, kopi, bumbu kering, kerupuk, atau jajanan pasar yang tidak cepat basi.

Kopi juga dapat menjadi pilihan praktis. Sebelum membeli, tanyakan asal biji, tingkat sangrai, bentuk gilingan, dan cara penyeduhan yang disarankan. Jika informasi itu tidak tersedia, pilih kemasan dengan label yang jelas dan periksa kondisi kemasannya. Oleh-oleh yang baik bukan hanya memiliki rasa khas, tetapi juga dapat disimpan dan digunakan setelah tiba di rumah.

Jajanan pasar cocok untuk dimakan dalam perjalanan atau dibagikan pada hari yang sama. Ambil secukupnya, terutama bila belum mengetahui daya tahannya. Bawa tas tambahan agar makanan tidak tertekan dan pisahkan produk beraroma tajam dari kue atau bahan kering.

Waktu terbaik berbelanja bergantung pada kebutuhan. Pagi hari memberi peluang lebih besar untuk melihat bahan segar dan aktivitas pasar, sedangkan kunjungan lebih siang dapat dipakai untuk mencari makanan siap santap. Harga berubah menurut musim, kualitas, dan penjual, sehingga pembeli perlu bertanya sebelum memilih.

Curup juga menyimpan lapisan sejarah yang membuat perjalanan pasar terasa lebih lengkap. Pada masa lalu, kota ini pernah berkedudukan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, dengan Dr. A. K. Gani sebagai gubernur militernya. Jejak sejarah itu menjadi latar, sementara pasar menghadirkan kehidupan sehari-hari yang bisa langsung dirasakan. Datang dengan rasa ingin tahu, bertanya dengan sopan, lalu pilih oleh-oleh sesuai kebutuhan perjalanan.

Orang Juga Bertanya

Apa makanan khas Rejang yang dapat dicari di Pasar Curup?

Lemea menjadi salah satu bahan kuliner Rejang yang patut dicari. Lemea dibuat dari rebung yang difermentasi dan biasanya diolah kembali sebelum disantap.

Apa itu tempoyak dan apakah cocok dijadikan oleh-oleh?

Tempoyak adalah durian yang difermentasi dan digunakan sebagai bahan masakan. Produk ini dapat dibawa pulang jika dikemas rapat dan disimpan sesuai arahan penjual.

Oleh-oleh apa yang lebih praktis dari Curup?

Kopi, bumbu kering, kerupuk, jajanan pasar yang tahan singkat, serta lemea atau tempoyak dalam kemasan tertutup dapat dipertimbangkan.

Apa yang perlu ditanyakan saat membeli makanan di pasar?

Tanyakan bahan, cara memasak, masa simpan, cara penyimpanan, dan apakah produk aman dibawa untuk durasi perjalanan yang direncanakan.